Berita Sindikasi: Gempa Susulan Flores Capai 5.012 Kali, BMKG Jelaskan Penyebabnya

- Penulis Berita

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artikel Dengan Judul : Gempa Susulan Flores Capai 5.012 Kali, BMKG Jelaskan Penyebabnya

FLORES, 22 Agustus 2026 Gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus terjadi setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah tersebut. BMKG mencatat 5.012 gempa susulan hingga Sabtu (22/8) pukul 05.00 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2.

BMKG Catat 5.012 Gempa Susulan di Flores, NTT

Ribuan gempa susulan tersebut terjadi setelah gempa utama berkekuatan M7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari 5.012 gempa susulan yang tercatat BMKG, sebanyak 31 kejadian memiliki magnitudo di atas 5. Selain itu, 124 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.

Gempa susulan dengan magnitudo terkecil tercatat M1,1. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa kerak bumi di sekitar sumber gempa masih mengalami proses penyesuaian setelah gempa utama.

Mengapa Gempa Flores, NTT, Masih Terjadi?

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan proses alamiah bumi untuk mencapai keseimbangan baru setelah gempa utama terjadi.

Secara teknis, gempa utama terjadi ketika energi yang tersimpan pada batuan di sepanjang patahan melampaui batas elastisitasnya. Kondisi tersebut menyebabkan batuan patah dan bergeser secara tiba-tiba.

Batuan Masih Mengalami Penyesuaian

Pergeseran besar pada bidang patahan tidak serta-merta membuat seluruh wilayah batuan kembali stabil. Masih terdapat titik-titik tegangan di sekitar bidang rekahan yang kemudian mengalami penyesuaian.

Menurut Daryono, gempa susulan merupakan bentuk penyesuaian mekanis pada batuan di sekitar bidang patahan. Batuan bergerak secara bertahap untuk menemukan posisi kestabilan baru.

Karena itu, gempa susulan dapat muncul berulang kali setelah gempa utama. Intensitasnya biasanya berangsur menurun seiring berjalannya waktu.

Hukum Omori-Utsu Jelaskan Pola Gempa Susulan Flores

Fenomena tersebut secara ilmiah dikenal melalui Hukum Omori-Utsu. Hukum ini menjelaskan bahwa frekuensi gempa susulan cenderung menurun seiring waktu setelah gempa utama.

Jumlah gempa susulan biasanya paling tinggi pada hari-hari awal setelah gempa utama. Setelah itu, frekuensinya perlahan mengalami penurunan.

Meski jumlahnya menurun, satu atau dua gempa susulan masih dapat memiliki magnitudo cukup besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena bangunan yang sudah mengalami kerusakan akibat gempa utama dapat menjadi lebih rentan.

Gempa Flores Berkaitan dengan Perpindahan Tegangan

Daryono juga menjelaskan bahwa proses gempa susulan dapat dilihat dari mekanisme redistribusi tegangan atau Coulomb stress change.

Ketika gempa utama terjadi, tekanan yang sebelumnya terkumpul pada satu bagian patahan dilepaskan. Namun, pelepasan tersebut dapat memindahkan sebagian tegangan sisa ke batuan di sekitarnya.

Perpindahan tegangan inilah yang kemudian dapat memicu pergeseran pada bagian patahan lain di sekitar sumber gempa.

Artinya, rangkaian gempa susulan bukan menunjukkan bahwa tekanan di satu wilayah terus bertambah tanpa batas. Sebaliknya, aktivitas tersebut merupakan bagian dari mekanisme kerak bumi dalam mengurai sisa tegangan menuju kondisi yang lebih stabil.

Perbedaan Foreshock, Mainshock, dan Aftershock

Dalam satu rangkaian gempa, istilah foreshock, mainshock, dan aftershock digunakan untuk membedakan posisi suatu gempa dalam urutan kejadian.

BACA JUGA  Berita Sindikasi: Wujud Nyata Manunggal TNI dan Rakyat, Babinsa Mawang Hadir di Tengah Aksi Bersih Lingkungan

Status Gempa Bisa Ditentukan Secara Retrospektif

Daryono menjelaskan bahwa penentuan sebuah gempa sebagai gempa pembuka atau foreshock, gempa utama atau mainshock, maupun gempa susulan atau aftershock bergantung pada urutan waktu, lokasi, serta magnitudo relatif dalam satu kluster patahan.

Status tersebut bahkan dapat berubah setelah gempa lain terjadi. Sebuah gempa yang semula dianggap sebagai gempa utama dapat dikategorikan sebagai foreshock apabila kemudian terjadi gempa yang lebih besar di kawasan patahan yang sama.

Karena itu, status gempa bersifat retrospektif dan baru dapat dipastikan setelah rangkaian kejadian berkembang.

Parameter untuk Menentukan Gempa Susulan

Seismolog melihat sejumlah parameter untuk menentukan apakah suatu gempa termasuk aftershock. Salah satunya adalah lokasi gempa yang masih berada di zona patahan yang berkaitan dengan gempa utama.

Pola kemunculan gempa dan proses peluruhan frekuensinya juga menjadi pertimbangan. Dengan parameter tersebut, para ahli dapat membedakan gempa susulan dari aktivitas tektonik lain yang terjadi di sekitarnya.

Hukum Båth dan Magnitudo Gempa Susulan

Selain Hukum Omori-Utsu, terdapat Hukum Båth yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara magnitudo gempa utama dan gempa susulan terbesar.

Hukum tersebut menyatakan bahwa magnitudo gempa susulan terbesar umumnya sekitar 1,2 tingkat lebih kecil dibandingkan magnitudo gempa utama.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan informasi resmi kebencanaan karena gempa susulan dengan kekuatan cukup besar masih mungkin terjadi dan dapat berdampak pada bangunan yang sudah rusak.

Gempa Flores, NTT, Diprediksi hingga 4 Pekan

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto sebelumnya mengatakan bahwa rangkaian gempa susulan di Flores masih dapat berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

BMKG memperkirakan aktivitas gempa susulan dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat pekan setelah gempa utama.

Gempa utama M7,7 terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa dangkal tersebut disebabkan aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Dini Tsunami

Gempa M7,7 tersebut juga memunculkan ancaman tsunami di wilayah sekitar sumber gempa. BMKG mengirimkan Peringatan Dini 1 sekitar 2 menit 16 detik setelah gempa terjadi.

Peringatan tersebut mencakup status ancaman Siaga dengan potensi ketinggian tsunami 0,5 hingga 3 meter serta status Waspada dengan potensi kurang dari 0,5 meter.

Dengan masih berlangsungnya ribuan gempa susulan, masyarakat di wilayah terdampak perlu tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan instansi kebencanaan. Warga juga disarankan tidak memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.

Fenomena gempa susulan merupakan bagian dari proses alamiah setelah gempa kuat. Namun, besarnya aktivitas gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat selama proses penyesuaian kerak bumi masih berlangsung.

Penulis : Amanda

Untuk Pertama Terbit di : EXPOSE NET – News
Oleh : Fatiha Amanda

Hak Cipta : EXPOSE NET – News – Berita Terkini & Viral: Objektif, Tajam, dan Edukatif.

Read More

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel investigasi.top untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berita Sindikasi: Bersatu menjaga Jakarta Adalah Menjaga Indonesia
Berita Sindikasi: 190 Sertifikat PTSL Desa Pusparahayu Resmi Diserahkan ke Warga
Berita Sindikasi: Gempa Susulan Flores Tembus 5.012 Kali, Ini Penyebabnya
Berita Sindikasi: Prabowo ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
Berita Sindikasi: Kodam XIV/Hasanuddin Kirim 2.212 paket Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT
Berita Sindikasi: Institut Karsahusada Garut Meriahkan HUT RI ke-81, Diikuti 1.000 Mahasiswa Baru, Hadir Rudy Gunawan dan Syamsakti Alamsyah
Berita Sindikasi: Antisipasi Kebakaran Lahan dan Pemukiman, Kodim 1409/Gowa Gelar Simulasi Damkar
Berita Sindikasi: TNI dan Warga Salajangki Kebut Pembangunan Jembatan Beton di Aliran Sungai Jatia Kabupaten Gowa

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Berita Sindikasi: Bersatu menjaga Jakarta Adalah Menjaga Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Berita Sindikasi: 190 Sertifikat PTSL Desa Pusparahayu Resmi Diserahkan ke Warga

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Berita Sindikasi: Gempa Susulan Flores Tembus 5.012 Kali, Ini Penyebabnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Berita Sindikasi: Gempa Susulan Flores Capai 5.012 Kali, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Berita Sindikasi: Prabowo ke Kalimantan Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Media Sindikasi

Berita Sindikasi: Bersatu menjaga Jakarta Adalah Menjaga Indonesia

Sabtu, 22 Agu 2026 - 14:14 WIB