LPRI Bogor Raya Apresiasi dan Ucapkan Selamat kepada Iman Aminuddin Beserta Jajaran Polres Bogor Bongkar  Kasus Mafia Tanah

- Penulis Berita

Rabu, 3 Agustus 2022 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, wartabelanegara.my.id – DPC Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia atau LPRI Bogor Raya menggelar konferensi pers capaian Polres Bogor membongkar kasus mafia tanah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari 6 pelaku yang ditangkap, salah satunya merupakan ASN dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor.

Ketua DPC LPRI Bogor Raya Puguh Kuswanto mengapresiasi upaya Polres Bogor membongkar kasus mafia tanah.

LPRI Bogor Raya Apresiasi dan Ucapkan Selamat kepada Iman Aminuddin Beserta Jajaran Polres Bogor Bongkar  Kasus Mafia Tanah

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mewakili DPC LPRI Kabupaten Bogor dan masyarakat Kabupaten Bogor mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada jajaran Polres Bogor yang telah memberantas mafia tanah di wilayah Sukahati,” katanya saat konferensi pers di Kantor Sekretariat DPC LPRI Bogor Raya di Nanggewer, Kabupaten Bogor, Rabu, 3 Juli 2022.

“Seperti kita ketahui bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada Menteri ATR/BPN Marsekal Hadi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Tanah yang merupakan tim gabungan antara Kementerian ATR/BPN dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” sambungnya.

Bahkan, DPC LPRI mendukung penuh niat baik pemerintah untuk melenyapkan mafia tanah yang telahmerampas tanah masyarakat dengan modus memanipulasi data pada saat penerbitan sertifikat melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Salah satu contoh yang terjadi di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dimana DPC LPRI Bogor Raya sebagai kuasa masyarakat petani disana akan terus mengawal hingga penyelesaian kasus mafia tanah tuntas sampai ke akar-akarnya,” ucap Puguh sapaan akrabnya.

BACA JUGA  Tutup Temu Bisnis Tahap VI, Wamenkumham: Belanja Produk Dalam Negeri Harus Terus Digelorakan

Lebih lanjut Puguh mengungkapkan data-data yang dikantongi pihaknya sudah lengkap dan dalam waktu dekat ini akan menempuh jalur hukum mewakili masyarakat petani.

“Data-data soal permasalahan pertanahan di Desa Pancawati kami rasa sudah cukup dan akan segera melaporkan ke pihak berwajib,” ucapnya.

Diakhir, Puguh meminta rekan-rekan media untuk memviralkan keberhasilan Polres Bogor yg telah menyelesaikan kasus Mafia tanah dan akan menjadikan contoh untuk penegak hukum lainnya untuk mafia tanah di daerah-daerah lainnya.

Senada, Kepala Biro Hukum DPC LPRI Bogor Raya, Kunto Wibisono mengapresiasi yang telah dilakukan oleh Polres Bogor telah berhasil membongkar sindikat pembuatan sertifikat tanah palsu di wilayah Sukahati. Saat itu, enam mafia tanah yang salah satunya adalah oknum pegawai Kementerian ATR/BPN Kabupaten Bogor.

“Selamat kepada Tim Gabungan Polres Bogor yang telah membongkar mafia tanah yang melibatkan pegawai di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang memalsukan sertifikat tanah program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL),” ucapnya.

Hal tersebut, menurut dia, patut disambut gembira dan didukung sepenuhnya oleh segenap elemen bangsa Indonesia.

“Seperti yang sudah disampaikan Ketua DPC LPRI Bogor Raya, Puguh Kuswanto pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengawal masyarakat di Desa Pancawati untuk membuat laporan ke pihak berwajib terkait hak mereka yang dirampas oleh mafia tanah,” kata Kunto. (*)

 

Editor: Rieqhe

 

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel investigasi.top untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal OSINT: Senjata Baru Jurnalisme Investigasi di Era Digital
Bagaimana Jurnalisme Investigasi Bekerja? Dari Hipotesis hingga Publikasi
Audit Forensik dan Jurnalisme Investigasi: Kolaborasi Mengungkap Skandal Korporasi
Gubernur Sumbar Terima Direksi PT Asuransi Bangun Askrida
ASKRIDA Optimistis Perluas Kerja Sama dengan Bank Jakarta
Askrida Tegaskan Komitmen Antikorupsi di Jawa Barat
Tata Kelola SPPG Transparan, Cegah Konflik dan Gratifikasi
Ekonomi Lebaran 2026: Libur Bank dan Dampaknya ke UMKM

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:09 WIB

Mengenal OSINT: Senjata Baru Jurnalisme Investigasi di Era Digital

Senin, 6 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bagaimana Jurnalisme Investigasi Bekerja? Dari Hipotesis hingga Publikasi

Senin, 6 Juli 2026 - 10:52 WIB

Audit Forensik dan Jurnalisme Investigasi: Kolaborasi Mengungkap Skandal Korporasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:57 WIB

Gubernur Sumbar Terima Direksi PT Asuransi Bangun Askrida

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:00 WIB

ASKRIDA Optimistis Perluas Kerja Sama dengan Bank Jakarta

Berita Terbaru

Media Sindikasi

106 Pasien Dugaan Keracunan MBG Cirebon Tersebar di Delapan Rumah Sakit

Selasa, 20 Okt 2026 - 22:03 WIB

Media Sindikasi

Kemenhub Perketat Pengawasan Kelaiklautan Kapal

Selasa, 20 Okt 2026 - 18:00 WIB