Artikel Dengan Judul : Rupiah Menguat ke Rp17.718 per Dolar AS pada 28 Agustus
JAKARTA, 28 Agustus 2026 – Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Rupiah naik 26 poin atau 0,15 persen menjadi Rp17.718 per dolar AS dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS.
Rupiah Menguat 26 Poin
Penguatan rupiah tercatat pada awal perdagangan setelah mata uang Garuda ditutup pada level Rp17.744 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan kenaikan tersebut, posisi rupiah bergerak 26 poin lebih kuat atau sekitar 0,15 persen. Pergerakan ini menunjukkan adanya penguatan terbatas terhadap mata uang Amerika Serikat pada awal perdagangan.
Pasar Masih Mencermati Sentimen Global
Pergerakan rupiah selanjutnya masih berpotensi dipengaruhi berbagai sentimen eksternal. Pelaku pasar mencermati perkembangan ekonomi global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Selain faktor global, kondisi pasar keuangan domestik juga menjadi perhatian investor. Perubahan sentimen dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS dan berdampak pada pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang perdagangan.
Rupiah Berpotensi Bergerak Terbatas
Sejumlah analis memperkirakan ruang penguatan rupiah masih terbatas karena investor cenderung mengambil sikap wait and see sambil menantikan perkembangan kebijakan moneter AS.
Dalam perdagangan Jumat, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS. Proyeksi tersebut menunjukkan pasar masih berhati-hati dalam menentukan arah perdagangan selanjutnya.
Posisi Rupiah pada Pembukaan Perdagangan
Adapun posisi rupiah pada pembukaan perdagangan Jumat tercatat sebagai berikut:
- Kurs pembukaan: Rp17.718 per dolar AS
- Perubahan: Menguat 26 poin
- Persentase: 0,15 persen
- Penutupan sebelumnya: Rp17.744 per dolar AS
Pergerakan nilai tukar sepanjang sesi perdagangan tetap akan menjadi perhatian karena rupiah dapat mengalami perubahan mengikuti dinamika pasar dan sentimen investor.
Rupiah Masih Dibayangi Ketidakpastian Eksternal
Selain perkembangan ekonomi Amerika Serikat, kondisi geopolitik global juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pasar valuta asing. Investor akan mencermati berbagai perkembangan yang berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset dolar AS.
Karena itu, penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan belum dapat menjadi gambaran penuh arah mata uang Garuda hingga akhir sesi. Pelaku pasar masih akan melihat perkembangan sentimen sepanjang perdagangan Jumat.
Penguatan 26 poin pada awal perdagangan menjadi sinyal positif bagi rupiah. Namun, volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai seiring investor menunggu sejumlah perkembangan ekonomi global.
Penulis : Amanda
Untuk Pertama Terbit di : EXPOSE NET – News
Oleh : Fatiha Amanda
Hak Cipta : EXPOSE NET – News – Berita Terkini & Viral: Objektif, Tajam, dan Edukatif.






