Hari Kebangkitan Nasional: Jejak Sejarah dan Budi Utomo

- Penulis Berita

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari Kebangkitan Nasional: Menapak Jejak Sejarah dan Peran Budi Utomo

 

wartabelanegara.my.id — Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), sebuah momentum bersejarah yang menandai bangkitnya kesadaran nasional sebagai satu bangsa yang merdeka dan berdaulat. Penetapan hari ini merujuk pada berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, yang dianggap sebagai tonggak awal munculnya gerakan nasionalisme modern di Indonesia.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional
Kebangkitan Nasional Indonesia merupakan periode penting pada paruh pertama abad ke-20, saat rakyat Nusantara mulai menyadari pentingnya identitas bersama sebagai “orang Indonesia.” Masa ini ditandai oleh lahirnya organisasi-organisasi pergerakan dan meningkatnya semangat anti-penjajahan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada masa kolonial Belanda, wilayah Indonesia yang saat itu disebut Hindia Belanda diperlakukan sebagai ladang eksploitasi ekonomi tanpa ada upaya menyatukan penduduknya sebagai satu bangsa. Namun melalui kebijakan Politik Etis, yang memperluas akses pendidikan bagi kalangan pribumi, lahirlah generasi terpelajar yang menjadi motor gerakan nasional.

 

Hari Kebangkitan Nasional: Jejak Sejarah dan Budi Utomo

 

 

Dua peristiwa besar yang menandai Kebangkitan Nasional adalah:

Berdirinya Budi Utomo (20 Mei 1908), organisasi modern pertama yang digagas oleh kaum terpelajar.
Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928), yang menyatukan semangat kebangsaan dalam satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa: Indonesia.

 

 

Profil Singkat Budi Utomo
Budi Utomo lahir atas inisiatif para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) di Batavia, yang dipelopori oleh Dr. Soetomo. Organisasi ini bertujuan meningkatkan pendidikan dan memajukan budaya masyarakat Jawa dan Madura, meskipun pada awalnya belum mencakup seluruh etnis di Hindia Belanda.

Organisasi ini menjadi cikal bakal gerakan politik nasional karena memperkenalkan gagasan persatuan dan kemajuan bangsa. Budi Utomo menginspirasi kemunculan organisasi-organisasi lain seperti Sarekat Islam, Indische Partij, hingga Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Soekarno.

Meski perannya sering diperdebatkan—karena masih terbatas secara etnis dan sosial—Budi Utomo tetap dikenang sebagai pelopor bangkitnya kesadaran nasional Indonesia.

Faktor-Faktor Pendorong Kebangkitan Nasional
Kebangkitan ini tidak terjadi tiba-tiba. Beberapa faktor yang mendorongnya antara lain:

Faktor internal:
Penderitaan rakyat akibat penjajahan.
Kenangan kejayaan masa lalu seperti Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit.
Munculnya kaum intelektual dari kalangan terpelajar.

Faktor eksternal:
Munculnya ideologi baru di Barat seperti nasionalisme dan sosialisme.
Kebangkitan negara-negara Asia seperti India dan Jepang.
Kemenangan Jepang atas Rusia (1905) yang membangkitkan semangat bangsa-bangsa Asia.

Peran Pendidikan dalam Kebangkitan
Politik Etis membuka peluang pendidikan bagi kaum pribumi, meskipun terbatas. Namun, dari sanalah lahir generasi terdidik yang mulai mempertanyakan legitimasi kekuasaan kolonial dan menyuarakan kemerdekaan. Pendidikan menjadi alat utama dalam membangkitkan kesadaran politik dan semangat kebangsaan.

Pada tahun 1959, pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959 menetapkan 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Hari ini bukan sekadar peringatan historis, tetapi menjadi simbol semangat persatuan dan kebangkitan kolektif bangsa Indonesia menuju kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa kemerdekaan tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang yang penuh perjuangan, pemikiran, dan pengorbanan. Di era modern ini, semangat kebangkitan harus terus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, inovasi, dan kolaborasi membangun bangsa yang berdaulat, adil, dan sejahtera.(*)

Penulis: Aninggelldivita
Editor: Redaksi Wartabelanegara
Sumber: Arsip Sejarah Nasional, Perpustakaan Nasional RI, dan sumber pustaka pendidikan sejarah Indonesia.


Orasi Kebangsaan Sumpah Pemuda, Kapolri: Persatuan-Kesatuan Wujudkan Indonesia Emas 2045

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel investigasi.top untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal OSINT: Senjata Baru Jurnalisme Investigasi di Era Digital
Bagaimana Jurnalisme Investigasi Bekerja? Dari Hipotesis hingga Publikasi
Audit Forensik dan Jurnalisme Investigasi: Kolaborasi Mengungkap Skandal Korporasi
Gubernur Sumbar Terima Direksi PT Asuransi Bangun Askrida
Askrida Tegaskan Komitmen Antikorupsi di Jawa Barat
Tata Kelola SPPG Transparan, Cegah Konflik dan Gratifikasi
Kolaborasi Askrida Bandung dan BPR LPM Strategis
Sinergi BUMD–Askrida dalam Penguatan Perlindungan Risiko dan Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 11:09 WIB

Mengenal OSINT: Senjata Baru Jurnalisme Investigasi di Era Digital

Senin, 6 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bagaimana Jurnalisme Investigasi Bekerja? Dari Hipotesis hingga Publikasi

Senin, 6 Juli 2026 - 10:52 WIB

Audit Forensik dan Jurnalisme Investigasi: Kolaborasi Mengungkap Skandal Korporasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:57 WIB

Gubernur Sumbar Terima Direksi PT Asuransi Bangun Askrida

Sabtu, 11 April 2026 - 00:28 WIB

Askrida Tegaskan Komitmen Antikorupsi di Jawa Barat

Berita Terbaru

Media Sindikasi

Kasus Sopir Alphard Rusak Motor Ojol Pak Mulyadi Berakhir Damai

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:59 WIB

Media Sindikasi

Harga Pertamax Melonjak, Konsumen Beralih ke Pertalite dan Stok Menyusut

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:41 WIB

Media Sindikasi

Demo Pelajar Prancis, Peran Siswa dalam Demokrasi

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:10 WIB

Media Sindikasi

Karhutla Gunung Lawu Meluas hingga 100 Hektare, Status Darurat Didorong

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:07 WIB

Media Sindikasi

Bocah Down Syndrome di Surabaya Tewas, Keluarga Minta Keadilan

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:02 WIB