Menteri Basuki Targetkan Bendungan Rukoh Aceh Rampung 2023 untuk Irigasi dan Pengendalian Banjir

- Penulis Berita

Rabu, 19 Oktober 2022 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Basuki Targetkan Bendungan Rukoh Aceh Rampung 2023 untuk Irigasi dan Pengendalian Banjir

WBN, PIDIE– Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh rampung pada 2023 untuk dapat segera dimanfaatkan sebagai sumber pengairan lahan irigasi dan pengendaliam banjir.

“Bendungan Rukoh merupakan salah satu dari 13 bendungan yang harus selesai pada tahun 2023. Di harapkan dapat rampung pada Agustus 2023, lebih cepat dari target kontrak yakni Desember 2023. Saat ini progresnya sekitar 45%,” kata Menteri Basuki saat meninjau Bendungan Rukoh, Rabu (19/10/2022).

Bendungan Rukoh berada di aliran Sungai/Krueng Rukoh yang juga di hubungkan dengan Krueng Tiro dengan bendung pengarah sehingga menjadi satu sistem yang saling mendukung.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan inovasi sistem yang unik dan bagus. Jadi air dari Tiro kita bawa ke Rukoh. Rukoh ini kapasitas bendungannya besar tetapi debit sungainya kecil, sedangkan Tiro kapasitas bendungnya kecil tetapi debit sungainya besar. Sehingga potensi banjir di Tiro dapat di kurangi dan di manfaatkan untuk irigasi di Rukoh,” kata Menteri Basuki.

Bendungan Rukoh akan mengairi lahan persawahan Daerah Irigasi Baro Raya seluas 11.950 hektare (ha). Khususnya di Kecamatan Kembang Tanjong yang berada di paling hilir Daerah Irigasi Baro Raya.

“Dengan hadirnya bendungan ini di harapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dari satu kali setahun menjadi tiga kali setahun, karena ketersediaan air lebih terjamin,” kata Menteri Basuki.

Dalam tinjauan tersebut Menteri Basuki juga kembali mengingatkan kontraktor pelaksana maupun konsultan supervisi. Untuk mengutamakan aspek kualitas, estetika, dan lingkungan dalam pekerjaan pembangunan bendungan.

“Jangan sampai merusak hutan dalam proses pembangunan, kalau memang tidak di butuhkan jangan menebang pohon. Hal ini semua menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden sering menyampaikan kalau PUPR ini identik dengan beton dan Presiden mengarahkan untuk kembali memperhatikan alam dan lingkungan,” ujar Menteri Basuki.

BACA JUGA  Wamendagri Tegaskan Pembentukan 3 DOB di Papua Demi Kesejahteraan Masyarakat Papua

Bendungan Rukoh merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang di bangun Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Pelaksanaan pembangunan di lakukan secara bertahap melalui dua paket dengan masing-masing kontraktor, PT. Nindya Karya (Persero) untuk paket 1 dengan nilai kontrak Rp377 miliar. Sedangkan paket 2 oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk – PT. Adhi Karya (Persero) dan PT. Andesmont Sakti, KSO dengan nilai kontrak Rp1,12 triliun.

Selain sebagai sumber irigasi, Bendungan Rukoh juga di harapkan dapat memiliki manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air bersih dan penyediaan air baku sebesar 0,90 m3/detik bagi 22.848 jiwa di wilayah Kecamatan Titue dan kecamatan lannya di Kabupaten Pidie. Kehadiran bendungan juga berpotensi menjadi sumber pembangkit listrik sebesar (PLTA) sebesar 1,22 MW, serta mengatasi permasalahan banjir di Kabupaten Pidie untuk periode ulang 50 tahunan, dan sebagai destinasi wisata.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Heru Setiawan. (*)

Sumber : Rilis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

 

Menteri Basuki Targetkan Bendungan Rukoh Aceh/ Warta Bela Negara

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel investigasi.top untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkopolhukam dan Mendagri Apresiasi Prajurit Satgas PAM Ambon
Pengarahan Menkopolhukam dan Mendagri Tentang Pencanangan Gerbangdutas
Tanggung Jawab Pengelolaan Sampah Tidak Hanya Pada Pemda
Menko Marves : Tidak Ada Yang Bisa Melawan Kita, Kalau Kita Terintegrasi
Genjot Realisasi APBD dan Tangani Inflasi, Kemendagri Turun Langsung ke Provinsi Kepri
Mendagri Dukung Pelaksanaan Transformasi Layanan Kesehatan Primer Di Daerah
Dampingi Presiden Jokowi, Menteri Basuki Tinjau Pembangunan Infrastruktur Dasar Pendukung KIPP IKN Nusantara
Kemendagri Fasilitasi Penyusunan Dokumen Rencana Aksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Di Daerah

Berita Terkait

Jumat, 16 Juni 2023 - 19:28 WIB

Menkopolhukam dan Mendagri Apresiasi Prajurit Satgas PAM Ambon

Kamis, 15 Juni 2023 - 20:19 WIB

Pengarahan Menkopolhukam dan Mendagri Tentang Pencanangan Gerbangdutas

Senin, 7 November 2022 - 15:14 WIB

Tanggung Jawab Pengelolaan Sampah Tidak Hanya Pada Pemda

Senin, 7 November 2022 - 11:17 WIB

Menko Marves : Tidak Ada Yang Bisa Melawan Kita, Kalau Kita Terintegrasi

Minggu, 6 November 2022 - 20:49 WIB

Genjot Realisasi APBD dan Tangani Inflasi, Kemendagri Turun Langsung ke Provinsi Kepri

Berita Terbaru