Investigasi.top_Polman_Selasa_(2/12/2025)_ Proyek Pengadaan Meubel SMP DAU 2024 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar terus disorot tajam oleh LSM LKPA, Zubair Ketua LSM LKPA menyebut bahwa proyek tersebut kini berada di bibir jurang skandal, Sejumlah data pada sistem pengadaan memperlihatkan kejanggalan yang terlalu berani untuk diabaikan, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu paket paling bermasalah tahun ini.
Nilai kontrak Rp 1.583.650.000 dengan pagu Rp 1.600.181.000 tampak normal di atas kertas, namun dugaan permainan harga menguat setelah muncul laporan bahwa daftar furnitur yang dibeli tidak sepadan dengan nilai kontraknya.
Lembaga Kajian dan Pengawas Anggaran (LKPA) menyebut indikasi mark-up pada paket ini brutal dan tanpa malu-malu, apalagi metode E-Purchasing pada katalog sering dimanfaatkan oknum sebagai kedok menaikkan harga dengan dalih spesifikasi.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beberapa sumber lapangan menyebut barang yang diterima sekolah diduga bukan barang baru bahkan ada yang memperkirakan sebagian item berpotensi rekondisi” terang Zubair
Lanjut Zubair, hal ini diduga bukan sekadar pelanggaran administrasi tapi perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerugian negata dengan melakukan pemufakatan jahat dalam pengadaan.
Barang bekas yang dibayar seharga barang baru adalah bentuk pemiskinan negara secara sistematis.
Hal ini membuka dua kemungkinan:
“modus lama yang terus diulang, tanggal RUP, kontrak, dan penerimaan barang tidak sinkron dan memunculkan dugaan kuat adanya manipulasi dokumen elektronik” Tegas Zubair
Zubair juga mengungkapkan bahwa kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana anggaran pendidikan yang seharusnya menyentuh murid justru diduga dipelintir demi keuntungan pihak tertentu.






