Berita Sindikasi: Anak Krakatau Diduga Picu Dentuman di Jawa Barat dan Banten

- Penulis Berita

Sabtu, 5 September 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artikel Dengan Judul : Anak Krakatau Diduga Picu Dentuman di Jawa Barat dan Banten

JAKARTA, 5 September 2026 – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga suara dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penelitian dan pencocokan waktu lebih lanjut.

PVMBG Kaitkan Dentuman dengan Erupsi Anak Krakatau

Kepala PVMBG Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan, terdapat kesesuaian waktu antara laporan masyarakat mengenai suara dentuman dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas erupsi tersebut berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu (5/9/2026). Gunung Anak Krakatau diketahui mengalami erupsi menerus selama beberapa jam.

Menurut Rita, kondisi tersebut membuat PVMBG menduga adanya hubungan antara aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan suara dentuman yang dilaporkan terdengar dari sejumlah daerah.

“Untuk dentuman ini, kami menduga itu memang ada kaitannya dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan,” ujar Rita dalam konferensi pers, Sabtu (5/9).

Erupsi Anak Krakatau Disebut Fenomena Umum

Rita menjelaskan, erupsi menerus yang disertai semburan lava merupakan salah satu fenomena yang umum terjadi di Gunung Anak Krakatau.

Meski demikian, PVMBG tidak langsung menyimpulkan bahwa erupsi tersebut menjadi sumber suara dentuman yang terdengar di wilayah yang cukup jauh dari gunung.

Kesamaan Waktu Belum Jadi Bukti Pasti

PVMBG menegaskan kesamaan waktu antara aktivitas erupsi dan laporan masyarakat baru menunjukkan adanya indikasi korelasi. Kondisi tersebut belum dapat menjadi bukti pasti mengenai sumber suara.

“Kesamaan waktu ini memang merupakan indikasi korelasi yang belum dengan sendirinya membuktikan sumber dentuman secara pasti,” kata Rita.

Karena itu, PVMBG masih membutuhkan pencocokan data secara lebih rinci untuk memastikan apakah suara yang terdengar masyarakat memang berasal dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

BACA JUGA  Berita Sindikasi: Dukung Kesehatan Generasi Muda, Babinsa Koramil 1409-05/Pallangga Kawal Distribusi Makanan Bergizi Gratis Di Barombong

Suara Erupsi Bisa Merambat Jarak Jauh

PVMBG menilai perambatan suara dari aktivitas erupsi hingga mencapai wilayah yang cukup jauh bukan merupakan fenomena yang mustahil.

Rita memberikan contoh erupsi Gunung Kelud pada 2014. Saat itu, kolom erupsi mencapai sekitar 17 kilometer sehingga menghasilkan energi akustik yang sangat besar.

“Erupsi Gunung Kelud saat itu kolomnya mencapai 17 kilometer sehingga melepaskan energi akustik yang sangat besar,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat kemungkinan hubungan antara aktivitas Gunung Anak Krakatau dengan laporan suara dentuman pada 4 hingga 5 September 2026.

PVMBG Masih Teliti Sumber Dentuman

Selain pengalaman erupsi Gunung Kelud, PVMBG juga mempertimbangkan kejadian aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 2020. Kedua peristiwa tersebut menjadi pembanding dalam menganalisis kemungkinan sumber suara.

Dengan mempertimbangkan sejumlah kejadian sebelumnya, PVMBG menduga erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu kemungkinan sumber dentuman yang dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung.

Kepastian Masih Menunggu Pencocokan Data

Namun, PVMBG belum menetapkan Gunung Anak Krakatau sebagai sumber pasti suara tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mencocokkan waktu terjadinya erupsi dengan waktu laporan dentuman dari masyarakat.

“Kepastian sumbernya tetap memerlukan pencocokan waktu erupsi dan waktu pelaporan masyarakat untuk memastikan seperti itu,” kata Rita.

Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa keterkaitan antara erupsi Gunung Anak Krakatau dan suara dentuman saat ini masih berada pada tahap dugaan berdasarkan kesesuaian waktu. Kesimpulan final masih menunggu hasil analisis dan pencocokan data PVMBG.

Penulis : Amanda

Untuk Pertama Terbit di : EXPOSE NET – News
Oleh : Fatiha Amanda

Hak Cipta : EXPOSE NET – News – Berita Terkini & Viral: Objektif, Tajam, dan Edukatif.

Read More

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel investigasi.top untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berita Sindikasi: Karhutla Kalbar, Menhut Andalkan Operasi Darat Tangani Gambut
Berita Sindikasi: PVMBG Duga Erupsi Anak Krakatau Picu Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah
Berita Sindikasi: Harga Emas Antam Hari Ini 5 September 2026, Masih Rp2,67 Juta
Berita Sindikasi: SAHATE CUP 2026 8 Klub Bola Voli Putri Menggelora Merebutkan Rp.13 Juta
Berita Sindikasi: Kebakaran Apartemen Pavilion, Damkar Evakuasi Penghuni
Berita Sindikasi: Kebakaran Apartemen Pavilion Jakarta, Api Muncul di Lantai 5
Berita Sindikasi: TNI dan Rakyat Bersatu, Pembangunan Jembatan di Desa Salajangki Terus Berlanjut
Berita Sindikasi: Askrida Kerja Sama Bank BJB Melalui PKS Induk di Bandung

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:23 WIB

Berita Sindikasi: Karhutla Kalbar, Menhut Andalkan Operasi Darat Tangani Gambut

Sabtu, 5 September 2026 - 15:19 WIB

Berita Sindikasi: Anak Krakatau Diduga Picu Dentuman di Jawa Barat dan Banten

Sabtu, 5 September 2026 - 15:17 WIB

Berita Sindikasi: PVMBG Duga Erupsi Anak Krakatau Picu Suara Dentuman di Sejumlah Wilayah

Sabtu, 5 September 2026 - 15:11 WIB

Berita Sindikasi: Harga Emas Antam Hari Ini 5 September 2026, Masih Rp2,67 Juta

Sabtu, 5 September 2026 - 12:17 WIB

Berita Sindikasi: SAHATE CUP 2026 8 Klub Bola Voli Putri Menggelora Merebutkan Rp.13 Juta

Berita Terbaru