Berita Sindikasi: Karhutla Semeru Meluas ke Tujuh Titik, Helikopter Dikerahkan

- Penulis Berita

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Artikel Dengan Judul : Karhutla Semeru Meluas ke Tujuh Titik, Helikopter Dikerahkan

LUMAJANG, 29 Agustus 2026 – Petugas gabungan masih berjibaku mengendalikan karhutla Semeru yang meluas di tujuh titik kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dua helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di lokasi yang sulit dijangkau dari darat.

Karhutla Semeru Meluas di Tujuh Titik

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, tujuh titik kebakaran tersebar di kawasan TNBTS. Lokasi tersebut meliputi Ledok Bedor, Blok Jantur, Blok Ranukembang, Ayak-Ayak, Watu Rejeng, Ranu Kumbolo, dan Puncak Trisula.
Petugas BPBD bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman di kawasan hutan wilayah Desa Argosari dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Penanganan dipimpin oleh pihak TNBTS dengan melibatkan sejumlah unsur di lapangan.
Berdasarkan data sementara petugas TNBTS, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 160 hektare. Vegetasi kering menjadi salah satu jenis tanaman yang terbakar dalam kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Untuk memperkuat pemadaman, BPBD Jawa Timur mengerahkan dua helikopter bantuan untuk melakukan water bombing. Dukungan udara tersebut difokuskan pada titik api yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Dua helikopter diarahkan ke kawasan Blok Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Pemadaman dari udara dilakukan bersamaan dengan penanganan langsung oleh petugas di lokasi kebakaran.
Tim BPBD Kabupaten Lumajang juga menggunakan dua unit sepeda motor trail untuk menuju jalur pendakian Ranu Kumbolo. Tim tersebut melakukan penyisiran titik api sekaligus memantau pergerakan helikopter PK-DAP yang digunakan dalam operasi water bombing.

Angin Kencang Sempat Hentikan Pemadaman Udara

Operasi water bombing sempat dihentikan pada Jumat (28/8) siang akibat kondisi angin yang cukup kencang. Helikopter PK-DAP Jawa Timur kemudian kembali ke Pangkalan Udara Abd. Rahman Saleh untuk standby.
Kondisi cuaca dan medan menjadi faktor penting dalam menentukan pelaksanaan pemadaman melalui udara. Karena itu, pengerahan helikopter dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di sekitar titik kebakaran.

BACA JUGA  Berita Sindikasi: Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Koramil 1409-08/Bontonompo Dampingi Panen Padi Poktan Tamallaeng

Medan Sulit Jadi Kendala Pemadaman

Kepala Seksi PTN Wilayah III TNBTS Agus Kusuma Negara mengatakan terdapat dua lanskap yang mengalami kebakaran secara masif. Kedua kawasan tersebut berada di Ayak-Ayak dan Bangunan Cilik.
Menurut dia, karakter medan menjadi salah satu pertimbangan dalam penggunaan dukungan pemadaman dari udara. Kolaborasi dengan BPBD Jawa Timur dilakukan untuk memperkuat upaya pengendalian kebakaran di kawasan tersebut.
Pemadaman udara menjadi pelengkap penanganan di darat. Petugas tetap melakukan pemadaman manual, termasuk membuat sekat api dan menggunakan peralatan yang tersedia untuk mengendalikan titik kebakaran yang masih dapat dijangkau.

Petugas Pantau Titik Api agar Tidak Kembali Menyala

Karakter kawasan TNBTS yang berbukit membuat sebagian titik api sulit dijangkau. Kondisi tersebut menyebabkan pemadaman membutuhkan kombinasi metode, baik melalui jalur darat maupun dukungan water bombing dari udara.
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pemantauan terhadap kawasan yang telah ditangani. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan titik api tidak kembali menyala dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.
Penanganan karhutla Semeru melibatkan petugas TNBTS, BPBD Kabupaten Lumajang, relawan, masyarakat, serta dukungan BPBD Jawa Timur melalui pengerahan helikopter. Kolaborasi tersebut dilakukan agar pemadaman dari udara dan darat dapat berjalan secara terpadu.

Penulis : Amanda

Untuk Pertama Terbit di : EXPOSE NET – News
Oleh : Fatiha Amanda

Hak Cipta : EXPOSE NET – News – Berita Terkini & Viral: Objektif, Tajam, dan Edukatif.

Read More

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel investigasi.top untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Berita Sindikasi: Jembatan Beton Ere Pucca’ Tahap VI Capai 38%, Akses Desa Pao Segera Terbuka
Berita Sindikasi: Harga Emas Antam Turun Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram
Berita Sindikasi: Karhutla Semeru Meluas, Dua Helikopter Dikerahkan Water Bombing
Berita Sindikasi: BRI Purwakarta Perluas Kemudahan Setoran Tunai Lewat Layanan Cash Pick Up
Berita Sindikasi: MBG Evaluasi Penerima, 80 Sekolah Swasta Bakal Dicoret
Berita Sindikasi: Rupiah Menguat ke Rp17.718 per Dolar AS pada 28 Agustus
Berita Sindikasi: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Warga Diminta Waspada
Berita Sindikasi: Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1 Km

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Berita Sindikasi: Jembatan Beton Ere Pucca’ Tahap VI Capai 38%, Akses Desa Pao Segera Terbuka

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Berita Sindikasi: Harga Emas Antam Turun Rp48.000, Kini Rp2,67 Juta per Gram

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Berita Sindikasi: Karhutla Semeru Meluas, Dua Helikopter Dikerahkan Water Bombing

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Berita Sindikasi: Karhutla Semeru Meluas ke Tujuh Titik, Helikopter Dikerahkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Berita Sindikasi: BRI Purwakarta Perluas Kemudahan Setoran Tunai Lewat Layanan Cash Pick Up

Berita Terbaru