Sekolah Jurnalisme Indonesia Resmi Dibuka Oleh Nadiem Makarim di Bandung

- Penulis Berita

Selasa, 6 Februari 2024 - 14:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, WBN – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebut dunia jurnalisme saat ini tengah bersaing dengan Artificial Intelegence (AI) atau kecerdasan buatan. Menurutnya, perkembangan teknologi yang ada saat ini bukan alasan untuk menurunkan kualitas jurnalisme di Indonesia.

Hal itu disampaikan Nadiem dalam sambutannya di pembukaan Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) Kelas Muda Angkatan pertama, Selasa (5/2/2024) di Sekretariat PWI Jawa Barat, Jalan Wartawan, Lengkong, Kota Bandung. Dalam momen itu, Nadiem pun berpesan agar para wartawan tetap menjaga kualitas jurnalisme di tengah disrupsi informasi.

“Tentunya teknologi telah merubah segala aspek daripada sektor jurnalisme. Disruptif kondisinya. Tapi itu bukan alasan untuk menurunkan kualitas jurnalisme. Kita harus berkompetisi dengan AI sekarang. Kita harus berintegritas, berpikiran kritis, kita harus menulis dengan hati nurani, karena itu yang tidak dimiliki oleh mesin kecerdasan buatan,” kata Nadiem.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nadiem pun mengaku sempat dibuat pusing oleh beberapa publikasi berita online atau daring yang mengasumsikan bahwa dirinya sebagai pembaca yang sedang mengikuti isu tertentu. Di sisi lain, ia baru membaca isu yang tengah mencuat. Menurut Nadiem, publikasi media The Economist yang menurutnya lebih enak untuk dibaca.

BACA JUGA  Lokakarya Pengarustamaan Gender dalam Program Pengembangan dan PPSIP Komponen A

“Itu setiap orang dijelaskan, bahkan orang tekenal pun dijelaskan siapa dia. Seolah-olah pembaca tidak mengetahui hal itu. Itu adalah standar jurnalisme yang perlu diterapkan, sehingga masyarakat pun naik tingkat literasinya. Sekarang misinformasi, disinformasi menjadi sangat rentan di masyarakat, karena tidak ada standar penulisan yang komprehensif dan integritas yang kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Pusat, Hendri Ch Bangun menyebut SJI merupakan lanjutan dari program yang sebelumnya sudah digagas tahun 2016 lalu. Menurutnya, SJI merupakan program peningkatan kompetensi dan wawasan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi menurutnya, SJI adalah ikon dari PWI yang sudah berjalan sejak lama.

“Pada saat itu, pertama kali diadakan di Palembang tahun 2010 dengan pemberi kuliah pertama Presiden SBY. Untuk kali ini, multitasking jurnalisme menjadi andalan. Termasuk berpikir kritis, berwawasan kebangsaan, dan menjaga integritas,” ungkap Hendri. (***)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel investigasi.top untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tata Kelola SPPG Transparan, Cegah Konflik dan Gratifikasi
ASKRIDA Rayakan HUT ke-36, Perkuat Soliditas Hadapi Dinamika Industri
Wisuda AAMAI XXXII, Tiga Pegawai Askrida Raih Gelar A2IK
Hari Kebangkitan Nasional: Jejak Sejarah dan Budi Utomo
SPMB Gantikan PPDB 2025: Proses Pendaftaran dan Seleksi Murid Baru
Cek Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Tahun 2025
Peringatan Hari Waisak 2025 di Candi Borobudur
Persita Tangerang Tundukkan Arema FC 3-2

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 23:50 WIB

Tata Kelola SPPG Transparan, Cegah Konflik dan Gratifikasi

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:43 WIB

ASKRIDA Rayakan HUT ke-36, Perkuat Soliditas Hadapi Dinamika Industri

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:23 WIB

Wisuda AAMAI XXXII, Tiga Pegawai Askrida Raih Gelar A2IK

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:11 WIB

Hari Kebangkitan Nasional: Jejak Sejarah dan Budi Utomo

Selasa, 6 Mei 2025 - 13:10 WIB

SPMB Gantikan PPDB 2025: Proses Pendaftaran dan Seleksi Murid Baru

Berita Terbaru

Media Sindikasi

Berita Sindikasi: 20 SDN di Kecamatan Kersamanah Sukses Gelar PSAT

Kamis, 4 Jun 2026 - 08:55 WIB